Selasa, 23 Juni 2020

Hidup selalu diperhadapkan dengan Ujian

Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah senantiasa mencari dan terus mencari apa yang bisa  membuat hidupnya menyenangkan, bahagia tanpa masalah. tentu sesuatu hal yang wajar dan manusiawi.

Namun perlu diingat Roda kehidupan di Dunia terus berputar, bisa jadi bahagia hari ini esok kita akan mengalami kesusahan atau bisa jadi hari ini kita mengalami kesakitan esok akan diganti dengan kesehatan yang luar biasa. inilah kehidupan kita di Dunia ini suka duka, sehat sakit, bahagia derita datang silih berganti dalam mengisi kehidupan manusia.

Kita sebagai umat Islam tentu memiliki keyakinan sendiri dalam memaknai dan mengisi kehidupan kita didunia ini. bagaimana esensi kita sebagai manusia dan bagaimana cara kita menjalani kehidupan didunia ini dalam Islam semuanya telah diatur dengan baik melalui keteladanan yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW.

Sebagai Hamba Allah kita mesti menyadari bahwa hidup didunia ini adalah Ujian sesuai dengan Firman Allah "... Yang menciptakan mati dan hidup, untuk menguji kamu, siapa diatara kamu yang lebih baik amalnya. dan dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun..." (Al-Mulk: 2)

Berkenaan dengan ayat di atas, Tafsir Ibn Katsir menafsirkan kata ‘amalan sebagai amalan yang baik (ahsan) ialah sebaik-baik amal dan bukan sebanyak amal. Artinya, amal yang berkualitas lebih diutamakan ketimbang kuantitas atau banyaknya amalan.

Imam al-Qurthuby dalam tafsirnya menjelaskan makna penggalan ayat liyabluwakum ayyukum ahsanu ‘amalan adalah yang paling banyak mengingat kematian, paling baik persiapannya, dan paling takut serta waspada terhadapnya. Lalu Imam al-Qurthuby menambahkan pendapat Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. ketika membaca ayat pertama surah al-Mulk sampai pada redaksi liyabluwakum, lantas bersabda: “Yang paling menjaga diri dari perkara yang diharamkan oleh Allah SWT dan yang paling bersegera dalam melakukan ketaatan kepada Allah SWT.”

Hari ini sungguh banyak kita temukan manusia sibuk mengumpul harta namun lupa menyalurkan hartanya buat kebaikan, banyak orang yang sibuk dengan urusan orang lain namun lupa sibuk membenahi dirinya, banyak orang mengusik kehidupan orang lain yang menyebabkan dirinya tidak asyik menjalani kehidupannya, Pemimpin sibuk menguras uang rakyat namun lupa mengurus rakyatnya. kita lupa bahwa hidup kita adalah ujian untuk menguji siapa diatara kita yang paling baik amalnya.

Maka mulai saat ini mari sibukkan benahi dan intropeksi diri kita , Perbaiki Amal kita, Bantu sesama sehingga kita semua  lulus dari ujian Allah dan mendapatkan keridhaan Allah SWT.
  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar